Skip to content

Pangkalan Militer Amerika Menuai Musuh Baru

November 30, 2010

SEJARAH mencatat, sejak mendeklarasikan kemerdekaan dari Kerajaan Inggris pada 1776, Amerika Serikat (AS) telah terlibat dalam lebih dari 280 konflik militer baik domestik maupun internasional.

Perang Dunia I dan II, Perang Vietnam, Perang Korea, dan Perang Teluk adalah beberapa yang tercatat dalam sejarah intervensi militer AS. Selain itu, perang-perang yang kini masih berkecamuk juga tak jauh dari campur tangan negara adidaya tersebut. Dengan dalih menumpas terorisme, Amerika menancapkan militernya di Irak, Afghanistan, Somalia, dan Filipina.

Berakhirnya Perang Dunia rupanya tak membuat hasrat agresi Amerika meredup. Negara itu tetap saja mengepakkan sayap ekspansi militernya. Sejumlah pangkalan militer dibangun. Jika dulu hanya terpusat di Eropa dan Jepang, kini pangkalan militer AS merambah nyaris semua jengkal bumi.

Washington membangun markas komando di Timur Tengah serta Asia Tengah dan Selatan, memasang satelit pengintai di Australia dan Selandia Baru, hingga mengoperasikan tujuh pangkalan baru di Kolombia, Amerika Selatan.

Secara keseluruhan, menurut versi resmi Pentagon (Departemen Pertahanan AS), Amerika memiliki 865 pangkalan militer yang tersebar di sedikitnya 135 negara, termasuk 50 pangkalan yang ditempatkan di berbagai negara bagian dan Washington DC.

Selain itu, AS juga memiliki 27 Pangkalan Angkatan Udara, 3 pangkalan Angkatan Darat, dan 4 Basis Angkatan Laut. Merusak Tradisi

Saat ini, jumlah personel aktif Angkatan Bersenjata AS sekitar 1.454.515. Selain itu, ada tambahan 848.000 personel yang terbagi dalam tujuh pasukan cadangan. Dengan kekuatan itu, pasukan Amerika menjadi yang terbesar kedua di dunia, setelah Tentara Pembebasan Rakyat China.

Dari jumlah itu, sekitar 450.000 tentara ditempatkan di luar AS. Di Irak, jumlah tentara AS mencapai lebih dari 240.000 orang. Adapun di Afghanistan 50.500 orang. Selain itu tentara AS juga ditempatkan di Jepang (48.844), Jerman (63.958), Korea Selatan (26.477), dan Inggris (10.967).

Tak heran jika Pentagon, seperti dilaporkan Associated Press pada 13 Januari lalu, mengajukan anggaran sebesar 708 miliar dolar AS (sekitar Rp 6.630 triliun) untuk tahun ini. Itu merupakan jumlah pengajuan anggaran Pentagon terbesar sepanjang sejarah.

Sikap arogan AS yang terus menancapkan kekuatan militernya menimbulkan ekses negatif pada masyarakat setempat. Ketika dampak buruk itu terakumulasi, reputasi AS pun terkoyak dan musuh-musuh baru bermunculan.

Kasus Okinawa adalah contoh teranyar. Satu dekade sebelum insiden pesawat jatuh di kampus Universitas Internasional Okinawa pada 13 Agustus 2004, warga Jepang sudah membenci pangkalan AS. Kebencian itu mencuat setelah pemerkosaan yang dilakukan beberapa tentara Amerika terhadap seorang gadis setempat.

Pembangunan 16 pangkalan militer AS di sejumlah wilayah Filipina, termasuk di Teluk Subic dan Kota Olongapo, juga ditentang warga setempat. Di Vieques, Puerto Riko, kehadiran pasukan Amerika merusak tradisi keseharian warga setempat.

Kehadiran pangkalan AS juga meniupkan kebencian yang pada akhirnya berbuntut pada radikalisme. Tumbuhnya kelompok militan di Arab Saudi, Yaman, Irak, dan Afghanistan adalah beberapa contohnya. (mn-berbagai sumber-81)

From → Amerika, Imperialism

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: